Mengenal Bacaan Doa iftitah dan Aturan Membacanya

bacaan doa iftitah

Bacaan Doa iftitah – Dalam rakaat shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunah terdapat satu bacaan doa iftitah. Doa ini hukumnya sunah menurut pendapat para ulama. Doa dibaca setelah melakukan takbiratul ihram pada rakaat pertama shalat dan sebelum membaca surat Alfatihah.

Bacaannya ada beberapa versi dan diucapkan dengan suara lirih. Berikut adalah bacaan dan aturan membaca iftitah dalam shalat.

Bacaan Doa Iftitah dan Ketentuan Membacanya

1. Macam-macamnya

doa iftitah

tirto.id

Versi yang pertama berbunyi sebagai berikut

نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُ الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Artinya: Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian putih yang disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin (HR. Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

Menurut Ibnu Hajar Fathul Baari, doa ini adalah doa yang paling shahih. Bacaan ini juga yang dibaca oleh Rasulullah Shallalluhu’alaihi Wasallam.

Versi yang kedua berbunyi sebagai berikut

اللَّهِ أَكْبَرُ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ

Artinya: Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya semata-mata untuk Allah Tuhan semesta alam.

Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahnya dan aku termasuk orang yang berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau dan Maha Terpuji. (HR. An Nasa-i 1/143 dishahihkan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/125)

Versi ketiga doa iftitah bunyinya adalah sebagai berikut

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

Artinya: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya semata-mata untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahnya dan aku termasuk orang yang berserah diri.

Ya Allah, tunjukkan kepadaku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau. (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112).

Doa iftitah versi keempat bunyinya adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Artinya: Maha Suci Engkau, Ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha Tinggi Engkau. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau (HR. Abu Daud 1/124, An Nasa-i 1/143, Ad Darimi 1/282, Ibnu Majah 1/268).

Doa yang keempat ini adalah yang banyak diamalkan oleh para ulama dan oleh para sahabat Rasulullah. Doa yang terbilang singkat ini juga cocok untuk dibaca oleh jamaah yang sudah tua atau lemah dan sholatnya tidak terlalu lama.

Versi kelima berbunyi sebagai berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha suci Allah, baik waktu pagi dan petang (HR. Muslim 2/99).

Doa iftitah versi keenam bacaannya berbunyi sebagai berikut:

اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Artinya: Ya Allah, Rabb-nya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi yang mengetahui hal ghaib dan juga nyata. Engkaulah hakim di antara hamba-hamba Mu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukanlah aku kebenaran dalam apa yang diperselisihkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk menuju jalan yang lurus kepada siapa saja yang Engkau kehendaki (HR. Muslim 2/185).

2. Tata Cara Membaca Iftittah

Doa iftitah dibaca pada rakaat pertama saja setelah takbiratul ikhram. Apabila lupa tidak membaca, maka bisa dibaca pada rakaat kedua setelah takbir. Bacaan doa ini dibaca sebelum surat Al-Fatihah. Diperbolehkan untuk tidak membaca iftitah bagi makmum masbuk.

3. Hukum bacaan iftitah

Menurut pandangan banyak ulama, bacaan doa ini hukumnya adalah sunah. Jadi bagi yang lupa tidak membacanya, tidak perlu melakukan sujud sahwi.
Demikian beberapa macam bacaan doa iftitah dan ketentuan membacanya menurut para ulama dan hadist.

Bacaan Doa iftitah

Add Comment