Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Singkat Bikin Deg-Degan

contoh cerpen pengalaman pribadi singkat

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi – Berikut merupakan kumpulan berbagai cerpen pengalaman pribadi yang di tulis singkat oleh berbagai kawan kami yang berguna melatih skill menulis.

Semoga tulisan dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita  yang sedang mencari refrensi mengenai cerpen (cerita pendek).


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi


Judul : Jodoh Itu

Karya : Putri Handayani

Jadi ceritanya gini, aku sama kakak ipar biasa jualan soto di tempat pemberhentian bus di daerah Cigading. Biasanya sih sama kakak sulung, berhubung kakak lagi di Semarang jadilah jualan cuma berdua.

Tapi hari ini harus bisa jualan sendiri. Kenapa? Karena kakak ipar lagi tugas… (ciee tugas padahal mah nganter-nganterin hewan kurban.. hehehe)

Entah lupa atau ceroboh, aku belum memasak nasi. Tadi serombongan orang datang ke warung, udah duduk mau pesen soto. Pas dikasih tahu nasinya gak ada, bubar semua. Gak jadi beli. Yah belum rejeki dong?

Kesel? Buat apa? Kan salahnya sendiri. Solusinya? Ya masak nasi secepatnya. Biar nanti yang datang berikutnya gak pergi lagi.

Seperti itupun jodoh. Lhooo kok bahas jodoh sih? Habis jodoh adalah tema seru yang sering dibahas.

Ketika seseorang sudah datang dalam hidup kita, beritahu apapun kondisi yang sebenarnya. Jika beruntung orang tersebut menerima apa adanya, atau bahkan pergi karena yang diharapkan tak ada. Lalu jika orang tersebut pergi, haruskah kita kecewa?

Tidak! Sama sekali tidak. Bisa jadi itu pembelajaran untuk kita agar memperbaiki dan mencoba membuat sesuatu yang masuk ke dalam kriteria seorang pria misalnya.

Siapa tahu di depan mungkin mendapat pria yang lebih shaleh setelah kita memantaskan diri pastinya.

Nah…

Masih ragu perihal jodoh?

Jangan!

Kenapa?

Karena Allah bahkan sudah mengatur semuanya jauh sebelum kita lahir di bumi. Tugas kita hanya satu, terus memperbaiki diri untuk-Nya. Itu saja!


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi


Judul : IQRO

Karya : Putri Handayani

Awal mula seorang anak belajar sebelum ke Al-Qur’an adalah Iqro. Pasti sudah banyak yang tahu mengenai Iqro, bukan?

  Mengenal Jenis-jenis Tanah, Ciri-ciri, Gambar dan Pemanfaatannya

Iqro adalah sebuah buku (ada yang berbentuk kecil dan besar-sesuai kebutuhan-) yang berjilid-jilid. Dimulai dari jilid satu dan berakhir di jilid enam.

Iqro di rancang oleh penulisnya guna memudahkan anak-anak untuk belajar serta paham akan huruf hijaiyah serta tajwid di dalam nya.

Di jilid pertama (Iqro 1) berisi tentang pengenalan huruf hijaiyah secara terpisah. Maksudnya begini, di lembar pertama Iqro satu huruf hijaiyah yang dikenalkan adalah a (alif setelah di Fatah) dan ba.

Itu berarti di lembar pertama tersebut hanya ada huruf a dan ba. Kemungkinan penulisnya berharap si anak mampu mengenal hijaiyah secara perlahan.

Satu per satu huruf di tulis dengan metode penulisan acak. Hal tersebut memungkinkan anak untuk tahu huruf bukan hafalan huruf. Tahu hafalan huruf? Mereka menghafal nama-nama huruf tapi ketika di tanya mana ba, mana a malah bingung. Mereka hanya hafal huruf, bukan tahu huruf.

Di sini, peran orang tua dan guru sangatlah penting untuk membantu tumbuh kembang anak dalam mempelajari Iqro.

Bagi guru, jangan mudah bosan untuk mengulang dan mengulang lagi huruf yang anak belum tahu benar. Jangan memindahkan ke halaman berikutnya hanya karena kasian sudah terlalu lama di halaman tersebut.

Bagi orang tua, hendaknya jangan terlalu menuntut sang anak agar selalu pindah halaman setiap harinya. Bantu mereka dengan memberi semangat bukan tekanan.

Anak hanya ingin diberi ruang untuk mengerti dan diberi kepercayaan bahwa mereka mampu mempelajari Iqro tersebut.

Mengapa saya menulis status yang begitu panjang tentang Iqra?

Karena salah satu bentuk kepedulian bahwa penting nya belajar Iqro sebelum Al-Qur’an. Dan sedih ketika ada anak yang sudah sampai iqra 3, 4 dan 5 masih ada yang lupa huruf atau tak mampu membaca kalimat yang digabung.

Lebih baik mengulang berkali-kali dan ada di jilid bawah namun mengerti daripada dijilid atas tapi tertatih, bukan?

  Pengertian Musikalisasi Puisi Beserta Cara Membuatnya

Dulu….

Jujur aku terlambat mempelajari Iqro, aku mulai membaca iqra dari kelas empat SD ketika sekolah di MD (Madrash Diniyah ku kelas 1). Awalnya malu karena teman satu kelas lebih muda dariku (aku paling tua di kelas). Hal tersebut menjadi dorongan agar aku tak terlihat bodoh di antara mereka.

Betul saja, selama sekolah kelas satu di MD aku hanya mendapat satu KL(kurang lancar) dari guru dengan semua halaman tertulis lancar.

Hal tersebut bukan semata-mata karena aku bisa, namun karena kerja sama guru dan Orang tua. Ketika hari ini lancar, guru memberitahukan huruf apa yang untuk esok hari. Dan orang tua membantu mengulas untuk esok hari. Jadi ketika di sekolah menjadi bisa dan tahu tanpa paksaan.

Ayoo para orang tua yang cerdas, bantu tumbuh kembang anak sedini mungkin.


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi


Judul : Tragedi di Malam Hari  

Karya : Reni Asih Widiyastuti

“Hhh … hhh … ”

Aku terkesiap. Sebuah napas berhembus di belakangku. Begitu keras dan berat …

“Kau ingin bermain denganku di malam yang dingin ini? Sekaranglah saatnya!”

Tiba-tiba semua terasa gelap. Tak ada cahaya, tak ada sinar sedikit pun! Oh, dimana aku?

Tempat ini begitu asing. Sempat kulihat empat orang berjubah hitam menyeretku. Aku pun meronta-ronta karenanya.

Bak!! Buk!! Bak!! Buk!!

“Aduh! Aduh!”

“Sebentar, sebentar, nyalakan lampunya!” seru seseorang yang sudah tak asing lagi suaranya bagiku.

Kubuka sarung yang menutupiku sedari tadi. Oh, ini ternyata yang membuat gelap gulita, pikirku.

“Lho, Bagas, ngapain kamu malam-malam begini mengendap-endap di dapur!” kata ayah.

“Aku lapar sekali, Yah. Kenapa kalian pukuli aku?” jelasku kemudian sambil memandang ayah, ibu dan kedua adikku.

Dan aebagai balasan, mereka pun hanya bisa garuk-garuk kepala dan cuma nyengir kuda.

Add Comment